Waktu sholat 20 kota di Indonesia
Jadwal Sholat Hari Ini
Jadwal Sholat Gratis menampilkan waktu sholat hari ini untuk kota Anda secara otomatis: Imsak, Subuh, Terbit, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Perhitungan dilakukan langsung di browser Anda menggunakan metode resmi Kementerian Agama RI (Kemenag), lengkap dengan hitung mundur menuju waktu sholat berikutnya, jadwal 7 hari ke depan, dan notifikasi pengingat. Pilih kota Anda di bawah untuk melihat jadwal yang sudah disesuaikan dengan zona waktu setempat (WIB, WITA, atau WIT).
| Waktu | Jam |
|---|---|
| Imsak | – |
| Subuh | – |
| Terbit | – |
| Dzuhur | – |
| Ashar | – |
| Maghrib | – |
| Isya | – |
7 hari ke depan
| Tanggal | Subuh | Dzuhur | Ashar | Maghrib | Isya |
|---|
Dihitung dengan metode Kementerian Agama RI (Kemenag): sudut Subuh -20°, sudut Isya -18°, ihtiyat 2 menit. Zona waktu otomatis sesuai kota (WIB/WITA/WIT).
Bagaimana jadwal sholat ini dihitung?
Waktu sholat bukan angka tetap yang sama sepanjang tahun, waktu ini bergeser setiap hari mengikuti posisi matahari, yang berubah seiring pergerakan Bumi mengelilingi matahari (deklinasi matahari) dan posisi geografis kota Anda (lintang dan bujur). Jadwal Sholat Gratis menghitung posisi matahari secara astronomis untuk tanggal dan koordinat kota yang Anda pilih, lalu menerapkan kriteria yang ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) melalui Tim Falakiyah-nya, badan resmi yang menyusun jadwal sholat rujukan untuk seluruh Indonesia.
Kriteria Kemenag yang digunakan dalam perhitungan ini:
- Subuh: saat matahari berada 20 derajat di bawah ufuk timur, ditambah ihtiyat (marjin kehati-hatian) 2 menit
- Isya: saat matahari berada 18 derajat di bawah ufuk barat, ditambah ihtiyat 2 menit
- Imsak: 10 menit sebelum waktu Subuh
- Dzuhur: saat matahari melintasi meridian (tengah hari astronomis, disebut juga zawal atau istiwa), ditambah ihtiyat 2 menit
- Ashar: saat panjang bayangan benda sama dengan panjang benda itu sendiri ditambah panjang bayangannya saat Dzuhur (mazhab Syafi'i, yang berlaku umum di Indonesia), ditambah ihtiyat 2 menit
- Maghrib: saat matahari terbenam sepenuhnya, ditambah ihtiyat 2 menit
- Terbit: saat matahari mulai terbit, dikurangi ihtiyat 2 menit, arah marjin ini berlawanan dari waktu sholat lainnya, karena tujuannya memastikan matahari benar-benar sudah terbit penuh, bukan menunda dimulainya suatu waktu
Kenapa kriteria Subuh 20 derajat, bukan 18 derajat?
Banyak aplikasi jadwal sholat internasional (mengikuti standar Muslim World League/MWL yang umum dipakai di luar Indonesia) menggunakan sudut 18 derajat untuk Subuh. Kemenag menetapkan 20 derajat berdasarkan hasil observasi rukyat fajar langsung yang dilakukan Tim Falakiyah Kemenag di Labuan Bajo pada tahun 2018, dikuatkan oleh hasil observasi terpisah oleh Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama di Banyuwangi, keduanya menunjukkan bahwa fajar shadiq (cahaya fajar yang sah secara syar'i sebagai penanda mulainya waktu Subuh) di langit Indonesia baru benar-benar terlihat pada posisi matahari sekitar 20 derajat di bawah ufuk, bukan 18 derajat. Kriteria ini kemudian ditetapkan berlaku seragam dari Sabang sampai Merauke dan menjadi standar dalam jadwal sholat resmi Kemenag di seluruh Indonesia sejak itu.
Karena perbedaan sudut ini, waktu Subuh pada situs ini akan sedikit lebih lambat (sekitar 6-9 menit, tergantung lintang kota dan musim) dibanding aplikasi yang masih memakai kriteria MWL 18 derajat. Perbedaan ini murni soal kriteria keagamaan-astronomis yang dipilih, bukan kesalahan perhitungan salah satu pihak, keduanya menggunakan rumus astronomi yang sama persis, hanya berbeda pada sudut ambang yang dianggap sah menandai fajar.
Perlu dicatat, sebagian ormas Islam di Indonesia (misalnya Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih) tetap menggunakan kriteria 18 derajat untuk Subuh berdasarkan kajian internal mereka sendiri, sehingga Anda mungkin menemukan jadwal sholat Subuh yang berbeda beberapa menit tergantung ormas/lembaga mana yang menjadi rujukan masjid setempat. Situs ini mengikuti kriteria Kemenag karena merupakan rujukan resmi pemerintah yang paling banyak digunakan secara nasional.
Tiga zona waktu Indonesia dan daftar kota yang tersedia
Indonesia memiliki tiga zona waktu resmi berdasarkan Undang-Undang No. 23 Tahun 2000 tentang Perubahan Batas Waktu: Waktu Indonesia Barat (WIB, UTC+7) meliputi Sumatra, Jawa, dan sebagian besar Kalimantan; Waktu Indonesia Tengah (WITA, UTC+8) meliputi Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan, dan Sulawesi; serta Waktu Indonesia Timur (WIT, UTC+9) meliputi Maluku dan Papua. Jadwal Sholat Gratis otomatis menyesuaikan zona waktu yang benar begitu Anda memilih kota, Anda tidak perlu menghitung selisih jam secara manual.
| Zona waktu | UTC | Kota tersedia di situs ini |
|---|---|---|
| WIB | UTC+7 | Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Semarang, Palembang, Yogyakarta, Pekanbaru, Padang, Pontianak, Depok, Malang |
| WITA | UTC+8 | Denpasar, Makassar, Balikpapan, Banjarmasin, Mataram |
| WIT | UTC+9 | Jayapura, Ambon, Sorong |
Jika kota Anda belum ada dalam daftar, pilih kota terdekat dengan zona waktu yang sama, untuk kota yang berjarak relatif dekat (misalnya dalam satu provinsi), selisih waktu sholat biasanya hanya beberapa menit.
Contoh perhitungan: dari mana angka jam berapa itu berasal?
Berikut beberapa contoh sederhana untuk menggambarkan bagaimana perbedaan lokasi dan tanggal mengubah jadwal sholat, meskipun rumus perhitungan astronomisnya sama untuk seluruh Indonesia:
- Jakarta (WIB) dan Jayapura (WIT) berselisih 2 jam zona waktu, tetapi selisih waktu Maghrib keduanya TIDAK selalu tepat 2 jam, karena posisi lintang dan bujur yang berbeda juga memengaruhi kapan matahari terbenam secara lokal, bukan hanya offset zona waktu administratif.
- Kota-kota yang jauh dari garis khatulistiwa (misalnya Medan di utara atau Denpasar/Mataram lebih ke selatan) mengalami perbedaan panjang siang/malam yang lebih terasa antar musim, dibanding kota yang hampir tepat di garis khatulistiwa seperti Pontianak dan Pekanbaru.
- Waktu Subuh dan Isya bergeser lebih banyak antar hari sepanjang tahun dibanding Dzuhur, karena keduanya bergantung pada sudut matahari di bawah ufuk (yang berubah relatif cepat saat fajar/senja), sedangkan Dzuhur hanya bergantung pada saat matahari tepat melintasi meridian, yang pergeserannya jauh lebih halus dari hari ke hari.
- Dua kota dalam zona waktu yang sama tetapi berjarak ratusan kilometer (misalnya Jakarta dan Yogyakarta, sama-sama WIB) tetap bisa memiliki selisih waktu Maghrib beberapa menit, murni karena perbedaan bujur (garis lintang timur-barat) di antara keduanya.
Bagaimana cara memakai alat ini?
Gunakan alat di bagian atas halaman ini dengan langkah berikut:
- Pilih kota Anda dari daftar 20 kota di dropdown, pilihan tersimpan otomatis di browser (localStorage) untuk kunjungan berikutnya, tidak perlu memilih ulang setiap kali
- Lihat tabel 7 waktu sholat hari ini, dengan waktu sholat berikutnya ditandai dengan warna berbeda dan dihitung mundur secara langsung (jam:menit:detik) di bagian atas tabel
- Gunakan tombol panah kiri/kanan untuk melihat jadwal hari sebelumnya atau berikutnya, atau lihat tabel ringkas 7 hari ke depan di bawah tabel utama untuk merencanakan lebih awal
- Aktifkan notifikasi agar browser mengingatkan Anda otomatis begitu waktu sholat tiba (Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya), cukup sekali klik dan izinkan saat diminta
- Gunakan tombol Cetak untuk mencetak atau menyimpan jadwal hari ini sebagai PDF, misalnya untuk ditempel di rumah, kantor, atau musala
Kenapa ada ihtiyat (marjin kehati-hatian) 2 menit?
Ihtiyat adalah tambahan waktu kehati-hatian yang sengaja disisipkan Kemenag ke dalam hasil perhitungan astronomis murni, untuk mengantisipasi ketidakpastian kecil dalam perhitungan (misalnya pembulatan, perbedaan ketinggian tempat, atau presisi alat ukur). Untuk waktu-waktu yang MENANDAI DIMULAINYA suatu ibadah (Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya), ihtiyat DITAMBAHKAN, tujuannya agar waktu sholat yang ditampilkan sedikit LEBIH LAMBAT dari hasil hitung murni, sehingga seseorang yang mengikuti jadwal ini tidak akan pernah sholat sebelum waktunya benar-benar masuk. Untuk waktu Terbit yang MENANDAI BERAKHIRNYA jendela waktu Subuh, ihtiyat justru DIKURANGKAN, agar jendela waktu Subuh yang ditampilkan sedikit LEBIH SEMPIT, bukan lebih lebar, sehingga tidak ada risiko seseorang mengira masih dalam waktu Subuh padahal matahari sudah terbit.
Jadwal adzan dan imsak terpisah
Jika Anda mencari fokus khusus jadwal adzan lima waktu, kunjungi halaman Jadwal Adzan, yang menampilkan waktu adzan dengan tampilan yang lebih ringkas untuk dicek cepat kapan saja. Untuk waktu imsak dan sahur menjelang puasa (Ramadan maupun puasa sunnah), kunjungi halaman Jadwal Imsak & Sahur, lengkap dengan penjelasan kenapa imsak bukan batas syar'i yang mutlak. Untuk jadwal khusus wilayah DKI Jakarta dengan konteks lokal yang lebih lengkap (termasuk perbedaan kecil antar wilayah Jakarta), kunjungi Jadwal Sholat Jakarta.
Sejarah singkat: kenapa jadwal sholat di Indonesia butuh standar nasional?
Sebelum ada standar nasional yang seragam, berbagai daerah dan lembaga di Indonesia sempat menggunakan kriteria perhitungan yang berbeda-beda untuk menyusun jadwal sholat, termasuk sudut Subuh, nilai ihtiyat, dan cara menangani ketinggian tempat. Perbedaan ini bisa membingungkan masyarakat, terutama saat bepergian antar kota atau saat jadwal sholat cetak di masjid berbeda dengan jadwal di kalender/aplikasi. Kemenag, melalui Tim Falakiyah dan pertemuan tahunan evaluasi hisab-rukyat, berperan sebagai regulator (menetapkan norma dan kriteria), fasilitator (menyusun bahan rumusan bersama ahli falak dari berbagai ormas), dan pengawas (mengevaluasi hasil perhitungan setiap tahun). Hasilnya adalah satu kriteria yang konsisten dan bisa dijadikan rujukan bersama di seluruh Indonesia, meskipun beberapa ormas tetap mempertahankan kajian falak mereka sendiri untuk hal-hal tertentu (seperti kriteria Subuh Muhammadiyah yang disebutkan di atas).
Situs ini mengikuti kriteria Kemenag apa adanya, dihitung ulang setiap hari langsung dari rumus astronomi, bukan disalin dari tabel tahunan statis yang bisa basi atau salah ketik saat disalin ulang.
Akurasi dan keterbatasan perhitungan
Perhitungan di situs ini menggunakan rumus astronomi standar (posisi matahari berbasis algoritma Meeus/USNO presisi-rendah, digunakan luas pada aplikasi jadwal sholat dan navigasi) dengan akurasi umum di bawah satu menit untuk posisi matahari itu sendiri. Namun, seperti semua jadwal sholat berbasis perhitungan (termasuk jadwal resmi Kemenag), hasil ini adalah PERKIRAAN untuk koordinat pusat kota yang dipilih, lokasi persis Anda (misalnya di pinggiran kota atau dataran tinggi) secara teori dapat menggeser waktu terbit/terbenam matahari beberapa menit dari waktu yang ditampilkan. Untuk kebutuhan ibadah sehari-hari, perbedaan sekecil ini sudah tercakup oleh ihtiyat 2 menit yang dijelaskan di atas. Jika Anda tinggal di lokasi yang sangat terpencil atau memiliki kebutuhan presisi tinggi (misalnya untuk keperluan hisab-rukyat formal), rujuklah pada jadwal resmi yang diterbitkan langsung oleh Kemenag setempat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Jadwal sholat hari ini jam berapa untuk kota saya?
Apakah jadwal ini menggunakan metode Kemenag?
Kenapa waktu sholat berbeda-beda setiap hari?
Apakah saya perlu koneksi internet setiap kali membuka situs ini?
Bagaimana cara mengaktifkan notifikasi pengingat waktu sholat?
Apakah ada jadwal sholat untuk kota di luar 20 kota yang tersedia?
Apa bedanya waktu Terbit dengan waktu Subuh?
Apakah jadwal ini bisa dicetak?
Kenapa waktu Subuh di sini berbeda dengan aplikasi lain yang saya pakai?
Apakah waktu sholat ini berlaku juga untuk perhitungan awal bulan Ramadan atau Idul Fitri?
Apakah situs ini menyimpan data lokasi atau data pribadi saya?
Kenapa jadwal 7 hari ke depan berguna dibanding hanya melihat hari ini saja?
Cek jadwal sholat kota Anda sekarang
Langsung di browser, tanpa aplikasi, tanpa iklan mengganggu.
Lihat jadwalGratis. Tanpa pendaftaran.